Sunday, January 12, 2020

KONFLIK INTERNAL ORGANISASI DALAM AL-QUR'AN SURAH AL-AHZAB AYAT 13


KONFLIK INTERNAL ORGANISASI
MENURUT AL-QUR'AN SURAT AL-AHZAB AYAT 13
A.    Pendahuluan
Manusia merupakan pendukung utama setiap organisasi. Organisasi dapat terbentuk, karena persamaan visi dan misi. Organisasi merupakan suatu unit terkoordinasi yang berfungsi untuk mencapai sasaran tertentu. Perilaku manusia mempengaruhi awal perilaku organisasi. Perilaku individu itu berbeda-beda dalam sebuah organisasi. Perilaku organisasi merupakan pembelajaran tentang karakteristik individu di lingkungan organisasi. Organisasi pasti pernah mengalami konflik. Konflik merupakan bentuk pertentangan alamiah yang dihasilkan oleh individu atau kelompok yang terlibat perbedaan sikap.[1]
Konflik disfungsional merupakan hasil dari buruknya komunikasi antarpribadi. Jika hubungan komunikasi antarpribadi tidak berjalan dengan baik, maka hubungan komunikasi dalam skala besar juga tidak berjalan dengan baik. Konflik konstruksi merupakan konflik yang mendukung kinerja kelompok. Konflik destruktif merupakan konflik yang mengganggu kinerja kelompok. Seseorang tidak dapat menghindari konflik. Jika konflik terus menerus dibiarkan, maka konflik akan berpengaruh terhadap kerja sama yang dilakukan dalam organisasi.
Masalah sepele dapat menimbulkan sebuah konflik. Pemikiran dan pendirian yang berbeda-beda dapat menimbulkan konflik. Jika konflik sudah teridenfikasi sejak awal, maka konflik akan dicarikan langkah penyelesaiannya. Jika organisasi mampu mengelola konflik dengan baik, maka organisasi dapat berkembang menjadi lebih produktif. Konflik dibagi menjadi dua, yaitu konflik internal dan konflik eksternal. Konflik internal merupakan konflik batin.[2] Konflik internal biasanya disebabkan oleh ketidakcocokan antara anggota dengan anggota maupun anggota dengan pemimpin. Konflik antara anggota dan anggota biasanya disebabkan oleh persaingan kerja. Anggota tersebut berusaha saling menjatuhkan. Konflik antara anggota dengan pemimpin disebabkan oleh  perbedaan pendapat. Pemimpin memperlakukan anggotanya secara tidak adil. Pemimpin tersebut juga membuat aturan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan. Oleh karena itu, organisasi pasti mempunyai sebuah kebijakan untuk pengendalian konflik. Pengendalian seharusnya dilakukan untuk meminimalkan terjadinya konflik.
Kebijakan yang diterapkan pada suatu organisasi mempengaruhi sebuah keberhasilan organisasi. Konflik dapat mendorong inovasi, kreatifitas, dan adaptasi. Seseorang menjadikan konflik sebagai pelajaran hidup. Jika seorang pemimpin ingin memajukan organisasinya, maka ia seharusnya memahami faktor-faktor yang dapat menimbulkan konflik. Pemahaman tersebut dapat memudahkan tugasnya dalam menyelesaikan konflik yang terjadi. Pemimpin organisasi diharapkan mampu menguasai manajemen konflik.
Tulisan ini ditujukan untuk menggambarkan konflik internal organisasi dari Al-Qur'an surat Al-Ahzab ayat 13. Metode penelitian dalam makalah ini adalah metode kepustakaan. Penulis mendapatkan sumber-sumber referensi dari perpustakaan. Penulis menggunakan enam sumber referensi, yaitu tafsir Ibnu Katsier, tafsir Al-Mishbah, tafsir Fi Zhilalil Qur'an, tafsir Al-Azhar, tafsir Ringkas, tafsir Jalalain. Penulisan ini diharapkan dapat menjadi saran atau pesan yang diambil manfaatnya dalam menghadapi konflik di organisasi.

B.     Teori Konflik Internal Organisasi
Organisasi dapat mencapai sebuah keberhasilan dari hasil perbedaan pandangan. Perbedaan pandangan tersebut dapat menimbulkan konflik. Perbedaan pandangan juga dapat menghasilkan solusi yang akan memberikan hasil terbaik.[3] Kreitner dan Kinicki yang dikutip oleh Wibowo menjelaskan, bahwa konflik merupakan suatu proses dimana satu pihak merasa kepentingannya telah ditentang atau dipengaruhi secara negatif oleh pihak lain.[4] Jadi, konflik adalah proses atau hasil interaksi dimana pihak pertama merasa kepentingannya sudah ditentang atau dipengaruhi secara negatif oleh pihak lainnya. Konflik merupakan suatu rangkaian fenomena pertentangan dan pertikaian antara pihak satu dengan pihak lainnya.
Konflik memiliki sebuah penyelesaiaan yang dapat menyebabkan perubahan positif dalam organisasi. Konflik dapat menyebabkan dampak negatif yang serius. Waktu dan uang merupakan dua macam sumber daya penting yang seringkali dialihkan ke arah penyelesaian konflik. Konflik dapat menimbulkan beban psikologikal pada anggota organisasi.[5]
Perkembangan pandangan konflik dibedakan menjadi tiga kategori. Pertama, The traditional view of conflict merupakan keyakinan, bahwa konflik adalah suatu kejadian yang menyakitkan dan harus dihindari. Konflik disfungsional merupakan hasil dari buruknya komunikasi, kurangnya keterbukaan, dan kegagalan manajer merespon suatu kebutuhan dan aspirasi kerja. Kedua, the interactionist view of conflict merupakan keyakinan, bahwa konflik tidak hanya merupakan kekuatan positif dalam kelompok. Konflik merupakan kebutuhan mutlak bagi kelompok untuk berkinerja secara efektif. Ketiga, resolution focused view of conflict merupakan keyakinan, bahwa konflik tidak dapat dihindarkan dalam organisasi. Artinya, organisasi dapat fokus pada penyelesaian konflik yang lebih produktif. Metode konstruktif merupakan upaya penyelesaian konflik secara produktif sehingga pengaruh yang mengganggu organisasi dapat diminimalkan.[6]
Perspektif konflik ada lima. Pertama, konflik dipandang sebagai sesuatu kejadian yang buruk. Kedua, optimal conflict (1970-1990) menjelaskan, bahwa konflik dapat memberikan manfaat untuk organisasi. Ketiga, two types of conflict (current) merupakan pandangan yang sedang berkembang yang menggambarkan kemungkinan terjadi constructive conflict dan relationship conflict. Keempat, constructive conflict merupakan tipe konflik di mana seseorang memfokuskan diskusi pada sebuah persoalan. Seseorang tersebut tetap memelihara rasa hormat kepada pihak yang memiliki sudut pandang lain. Kelima, relationship conflict merupakan tipe konflik di mana seseorang memfokuskan pada katakteristik individu lain daripada persoalan.[7]
Tipe konflik dibedakan menjadi tiga. Pertama, personality conflict merupakan perlawanan antarpersonal yang berdasarkan pada perasaan tidak suka, ketidaksepakatan personal atau gaya yang berbeda. Kedua, intergroup conflict merupakan konflik di antara kelompok kerja, tim, dan departemen yang merupakan tantangan bersama pada efektivitas organisasi. Ketiga, cross-cultural conflict merupakan konflik yang terjadi karena melakukan bisnis dengan orang yang berasal dari budaya berbeda. Perbedaan budaya tersebut dapat menimbulkan konflik dalam organisasi.[8]
Konflik merupakan suatu kejadian yang tidak terjadi secara mendadak tanpa sebab dan proses. Konflik melalui tiga tahapan. Pertama, peristiwa yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Pada dasarnya, konflik ditandai dengan adanya perasaan tidak puas dan jengkel terhadap lingkungan organisasi. Seseorang dapat merasakan adanya gangguan tersebut di waktu-waktu tertentu. Kedua, organisasi memiliki sebuah tantangan. Artinya, individu akan saling mempertahankan pendapat dan menyalahkan pihak lain. Anggota organisasi menganggap perbuatan yang dilakukannya sudah sesuai dengan aturan organisasi. Ketiga, konflik ditimbulkan oleh sebuah pertentangan. Artinya, individu maupun kelompok memiliki tujuan untuk menang dan mengalahkan individu atau kelompok lainnya.[9] Proses konflik dimulai, karena adanya sumber konflik yang menyebabkan timbulnya presepsi dan emosi konflik. Presepsi dan emosi konflik menjadikan individu mampu mengambil keputusan dan menilai perilaku dari satu pihak terhadap pihak lainnya.  Pada akhirnya, presepsi dan emosi akan memengaruhi hasil konflik yang dapat bersifat positif atau negatif.[10]
Sumber konflik ada enam. Pertama, incompatible goals merupakan perbedaan tujuan. Organisasi memiliki berbagai macam bagian yang mempunyai tujuan berbeda-beda. Perbedaan tujuan tersebut dapat menimbulkan konflik. Kedua, differentiation merupakan perbedaan yang terjadi di antara individu, departemen, dan bagian lainnya. Perbedaan tersebut berdasarkan pelatihan, nilai-nilai, keyakinan, dan pengalaman. Ketiga, interdependence merupakan konflik yang cenderung meningkatkan sebuah tindakan saling ketergantungan. Keempat, scare resources merupakan langkah sumber daya yang membangkitkan konflik, karena masing-masing orang atau unit memerlukan sumber daya untuk mengalahkan pihak lain. Kelima, ambiguous rules merupakan sebuah aturan yang terjadi, karena ketidakpastian dan dapat meningkatkan resiko mencampuri tujuan pihak lainnya. Keenam, communication problems merupakan sebuah masalah yang disebabkan oleh kurangnya komunikasi.[11]
Konflik memiliki empat macam tipe. Pertama, konflik vertikal merupakan konflik yang terjadi antara atasan dan bawahan.  Kedua, konflik horizontal merupakan konflik yang terjadi antara anggota dan anggota atau departemen dan departemen pada tingkatan yang sama. Ketiga, konflik garis-staf merupakan suatu konflik yang terjadi antara karyawan pemegang komando dengan pejabat staf. Keempat, konflik peranan merupakan suatu konflik yang terjadi di saat individu mempunyai peran yang lebih dari satu.[12]
Gaya penanganan konflik ada lima. Pertama, competing merupakan suatu tindakan yang harus dilakukan untuk penanganan konflik, yaitu bersifat tegas dan tidak kooperatif. Kedua, collaborating merupakan penyelesaian perbedaan pandangan dengan cara berusaha mencari solusi bersama. Ketiga, avoiding merupakan suatu usaha mengabaikan konflik dan menghindarinya. Keempat, accomodating merupakan sikap rela berkorban untuk menjaga hubungan dengan cara menempatkan kepentingan lawan di atas kepentingan sendiri. Kelima, compromising merupakan keinginan untuk menyerahkan sesuatu dan menerima solusi yang memberikan kepuasan dari pihak yang berkepentingan.[13]
Oleh karena itu, pemimpin dalam sebuah organisasi seharusnya mengetahui tentang manajemen konflik. Manajemen konflik adalah cara yang dilakukan oleh pemimpin untuk menanggapi sebuah konflik. Manajemen konflik merupakan suatu tindakan yang berpengaruh untuk anggota organisasi. Manajemen konflik menunjukkan penggunaan resolusi dan teknik stimulasi untuk mencapai tingkat konflik yang diharapkan. Teknik manajemen konflik dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu conflict-resolution techniques dan conflict-stimulation technique. Kreitner dan Kinicki yang dikutip oleh Wibowo berpendapat, bahwa mengelola konflik dilakukan dengan bagaimana merangsang functional conflict, bagaimana menangani dysfunctional conflict, dan bagaimana pihak ketiga dapat bertransaksi secara efektif dengan konflik.[14]
C.    Tafsir Surat Al-ahzab Ayat 13
Konflik internal dalam organisasi digambarkan dalam Q.S. Al Ahzab ayat 13. Q.S. Al Ahzab ayat 13 adalah surat ke 33 dalam Al-Qur'an yang mempunyai arti Dan (ingatlah) ketika segolongan di antara mereka berkata, "Wahai penduduk Yasrib (Madinah), tidak ada tempat bagimu, maka kembalilah kamu". Dan sebagian dari mereka meminta izin kepada Nabi (untuk kembali pulang) dengan berkata, "Sesungguhnya rumah-rumah kami terbuka (tidak ada penjaga)". Dan rumah-rumah itu sekali-kali tidak terbuka, mereka tidak lain hanyalah hendak lari[15].
وَاِذْقَالَتْ طَّآ ىفَةٌ مِّنْهُمْ (Dan ketika berkata segolongan mereka), yaitu orang-orang munafik. Munafik merupakan perbuatan yang tidak terpuji. Jika seseorang berdusta, maka ia dapat dikatakan sebagai orang munafik.  Munafik adalah perbuatan yang berpura-pura untuk mengikuti ajaran Islam, tetapi seseorang tersebut mengingkarinya. Orang munafik adalah seseorang yang masuk ke dalam agama Islam hanya untuk mengharapkan keuntungan.[16] Orang munafik selalu menerima dan memberi dengan perasaan yang tidak tulus. Orang munafik tidak mempunyai sifat rendah hati. Orang munafik merupakan orang yang lemah imannya.
Munafik ada dua jenis, yaitu nifaq akbar dan nifaq asghar. Nifaq akbar adalah suatu tindakan untuk menyembunyikan sebuah keburukan dan menampakkan sebuah kebaikan. Nifaq asghar merupakan suatu perbuatan buruk, tetapi dalam hatinya masih ada keimanan kepada Allah.[17] Munafik dalam amalan memiliki lima pokok perkara. Pertama, seseorang yang sering berdusta ketika berbicara. Kedua, seseorang yang tidak menepati janji. Ketiga, jika seseorang berselisih secara berlebihan, maka ia telah melampaui batas. Keempat, jika seseorang melakukan perjanjian, maka ia melanggarnya. Kelima, seseorang tersebut sering berkhianat. Jika seseorang semakin sering berbohong, maka ia semakin dekat dengan kemunafikan. Seseorang dengan mudah mengatakan janji, tetapi ia sulit untuk menepatinya. Oleh karena itu, umat Islam seharusnya berhati-hati terhadap orang munafik. Orang munafik adalah orang yang selalu berusaha mematahkan semangat juang umat Islam, karena ia berkeinginan untuk membuat kekacauan. Allah akan memasukkan orang munafik dalam neraka.
 يَاَهْلَ يَثْرِبَ ("Hai penduduk Yasrib).[18] Yasrib adalah nama kedua kota Madinah. Kota Yasrib merupakan daerah berpenduduk asli Suku Aus dan Suku Khazraj.[19] Suku Yatsrib tidak mengenal persatuan. Suku Yasrib dipimpin oleh kepala suku yang memikirkan untuk kepentingan sukunya sendiri. Penduduk Yasrib memiliki keyakinan, bahwa Rasulullah akan datang. Rasulullah berdakwah dengan mendatangi kabilah-kabilah yang sedang melaksanakan haji di Baitullah. Rasulullah kemudian mempersaudarakan umat Islam di Makkah dan Madinah berdasarkan ikatan akidah Islamiyah. Rasulullah juga mempersatukan seluruh penduduk Madinah berdasarkan ikatan sosial politik dan kemanusiaan. Rasulullah dapat mengubah nama kota Yasrib menjadi kota Madinah.[20] Kaum munafik menghasut dan berbisik-bisik kepada temannya yang dianggap dapat dipengaruhinya. Kaum munafik menginginkan, agar umat muslim meninggalkan medan perang.[21]
لَامُقَامَ لَكُمْ (tidak ada tempat bagi kalian).[22] Umat muslim merasa ketakutan, karena kaum munafik terus menyebarkan isu-isu yang menegangkan.[23] Perang tersebut merupakan saat-saat ujian yang berat bagi keimanan seseorang. Anggota organisasi dapat mempengaruhi anggota lainnya. Oleh karena itu, anggota organisasi tidak boleh mudah terpengaruh oleh anggota organisasi yang buruk.  فَارْجِعُوْا (maka kembalilah kalian").[24] Kaum munafik mengatakan, bahwa lebih baik meninggalkan medan perang. Kaum munafik menginginkan kembali pada masa yang lama, yaitu Yasrib.[25] Kaum munafik pun tidak ragu-ragu untuk membuka topeng keburukan dan kejahatan. Ia mengatakan, bahwa tidak perlu lagi berpura-pura dan bermanis mulut.[26] Anggota organisasi yang merasa diperlakukan tidak adil akan mempengaruhi anggota lain untuk melakukan tindakan yang melanggar aturan. Anggota organisasi tersebut sudah tidak dapat menahan sebuah perasaan buruknya. Ia melakukan hal tersebut, karena merasa tidak puas terhadap perlakuan pemimpin organisasi. وَيَسْتَأْذِنُ فَرِيْقٌ مِّنْهُمْ النَّبِيَّ (Dan sebagian dari mereka minta izin kepada Nabi).[27] Umat muslim yang terpengaruh oleh perkataan dan ajakan pemimpin-pemimpin munafik meminta izin untuk kembali pulang.[28] Ketika seseorang memberikan pengaruh buruk untuk orang lain, maka ia akan memiliki sikap yang sama dengan kaum munafik. يَقُوْلُوْنَ اِنَّ بُيُوْتَنَاعَوْرَةٌ (seraya berkata "Sesungguhnya rumah-rumah kami terbuka").[29] Orang-orang munafik mengatakan, bahwa rumahnya yang berdekatan dengan pangkalan pasukan musuh tidak ada yang menjaga, sehingga keadaannya sangat mengkhawatirkan. Ia mengkhawatirkan keluarganya tidak ada yang menjaga dan takut musuh akan mengambil harta bendanya.[30] Seseorang yang meminta izin pada saat ia sedang dibutuhkan merupakan suatu tindakan tercela. وَمَاهِيَ بِعَوْرَةٍاِنْ (Dan rumah-rumah itu sekali-kali tidak terbuka, tidak lain).[31] Orang munafik tersebut hanya mengatakan kebohongan. Seseorang yang berdusta sangat dibenci oleh Allah. Seseorang yang berdusta merupakan orang yang munafik.
يُّرِيْدُ وْنَ اِلاَّفِرَارًا (mereka hanya hendak lari).[32] Kaum munafik mengatakan sebuah kebohongan hanya untuk menghindari peperangan.[33] Kaum munafik menganggap, bahwa tidak ada keuntungan yang akan didapatkan. Jadi, orang-orang yang melarikan diri tersebut memiliki iman yang lemah. Allah telah menerangkan hukum-hukum-Nya yang harus diikuti oleh manusia. Allah telah melimpahkan begitu banyak nikmat kepada umat-Nya. Jika seseorang bersyukur, maka Allah akan menambah nikmat tersebut.
Suatu riwayat menjelaskan, bahwa umat muslim pada saat menggali parit menemukan sebuah batu putih yang besar dan keras. Batu tersebut sulit dipecahkan, sehingga menghalangi penggalian. Rasulullah mengetahuinya dan langsung membantu untuk memecahkan. Batu tersebut memancarkan sinar yang menyinari seluruh kota Madinah. Rasulullah yang melihat sinar tersebut langsung mengucapkan takbir kemenangan. Umat muslim yang hadir ikut mengucapkan takbir. Rasulullah mengucapkan takbir sebanyak tiga kali.
Batu pertama memancarkan sinar yang terang. Rasulullah melihat dalam cahaya itu terdapat istana-istana kota Hirah dan Mada'in Kisra yang gemerlap bagaikan taring-taring anjing. Kota Hirah merupakan Ibukota kerajaan Hirah. Kerajaan Hirah merupakan kerajaan Arab yang terletak di perbatasan negeri Arab dengan Persia. Kerajaan Arab didirikan oleh bangsa Arab yang berada dikawasan itu dengan bantuan bangsa Persia. Kerajaan Hirah ditaklukkan oleh tentara Islam di bawah pimpinan Khalid dan Walid. Mada'in Kisra atau al-Mada'in adalah ibukota kerajaan Persia. Al-Mada'in merupakan tempat dimakamkan Salman Al Farisi ra. Jibril mengatakan, bahwa umat muslim akan menakklukkan kota-kota tersebut. Batu kedua memancarkan cahaya yang di dalamnya terlihat istana-istana Kaisar di negeri Romawi yang gemerlapan bagaikan taring-taring anjing. Jibril menyampaikan, bahwa umat muslim akan menakklukkan negeri Romawi. Batu ketiga memancarkan sinar yang terang dan terilihat istana-istana di kota San'a yang gemerlapan bagaikan taring-taring anjing. San'a merupakan Ibukota Yaman yang pada saat itu sebagai jajahan Persia. Rasulullah mengirimkan surat kepada Kisra Eparwis yang merupakan raja Persia. Rasulullah memerintahkannya, agar ia masuk Islam. Kisra merasakan sebuah kemarahan dan surat tersebut dirobek-robek. Ia memerintahkan Badzam yang merupakan gubernur Persia untuk menangkap Rasulullah. Pada malam harinya, Rasulullah mengetahui Kisra telah terbunuh. Jibril mengatakan, bahwa umat muslim akan menakklukkan negeri San'a.
Umat muslim merasakan sebuah kebahagiaan yang luar biasa. Umat muslim mengucapkan takbir sebagai tanda bersyukur kepada Allah. Kaum munafik telah mendengarkan berita tersebut. Kaum munafik mencemooh umat muslim. Kaum munafik mengatakan, bahwa Rasulullah hanya memberikan angan-angan kosong dan janji palsu. Kaum munafik mengatakan, bahwa tindakan umat muslim yang menggali parit tersebut, karena ia merasa gentar dan ketakutan. Kaum munafik juga mengatakan, bahwa umat muslim tidak berani memperlihatkan diri kepada musuh.[34]
D.      Analisis Pembahasan
Konflik internal dalam organisasi digambarkan dalam surat Al-Ahzab ayat 13. Ayat tersebut menjelaskan, bahwa kaum munafik berusaha menghasut umat muslim untuk menyerah dalam peperangan. Allah mengingatkan umat muslim dengan nikmat besar yang telah dilimpahkan kepadanya pada saat perang Khandak. Umat muslim dikepung oleh pasukan tentara, yaitu  tentara kaum Quraisy, Bani Gatafan, Bani An-Nadir. Umat muslim telah dikepung oleh tentara selama satu bulan. Allah menghalangi musuh-musuh dengan tentara malaikat dan angin topan yang sangat dingin dan kencang. Situasi tersebut menyebabkan kegentaran dan ketakutan dalam hati musuh-musuh. Jadi, perang Khandak tersebut dimenangkan oleh umat muslim tanpa terjadi pertempuran. Allah telah mengetahui perjuangan umat muslim untuk menghadapi pertempuran. Allah hanya ingin menguji ketabahan dan kesabaran umat muslim.[35]
Artinya, bahwa setiap manusia diberikan kenikmatan yang luar biasa oleh Allah. Organisasi pasti pernah mengalami masa-masa sulit dalam perjalanannya. Jika organisasi mendapatkan permasalahan, maka Allah akan memberikan jalan yang mudah untuk organisasi tersebut. Anggota organisasi yang memiliki niat dalam menjalankan tugas akan terlihat hasilnya, daripada anggota organisasi yang meremehkan. Seseorang yang merasa diremehkan akan menyimpan sebuah perasaan tidak suka terhadap orang tersebut. Jika seseorang memiliki perasaan tidak suka, maka ia akan mengalami sebuah kegelisahan hati. Jadi, seseorang tidak perlu mengkhawatirkan masalah kenikmatan yang akan diberikan oleh Allah, agar kehidupannya berjalan baik sesuai dengan perilaku yang dimilikinya.
Allah mengetahui tentara yang bersekutu tersebut datang dari bawah lembah sebelah timur. Allah mengetahui kedatangan golongan yang bersekutu lainnya datang dari atas lembah sebelah barat. Situasi tersebut menyebabkan umat muslim menjadi ketakutan dan gentar terutama di dalam hati orang-orang munafik. Kaum munafik menjadi ketakutan, ragu-ragu, dan berprasangka buruk. Kaum munafik mengira, bahwa umat muslim akan dikalahkan oleh tentara sekutu, karena jumlah pasukan sekutu yang sangat banyak. Seseorang yang beriman pasti percaya dengan janji Allah dan Rasulullah yang akan memenangkan umat muslim dari peperangan. Orang-orang yang beriman itu percaya dengan adanya pertolongan, kekuasaan, dan kebesaran Allah. Allah menguji umat muslim, sehingga terlihat orang-orang yang benar-benar beriman dan orang-orang yang rapuh imannya. Perang Khandak merupakan suatu seleksi untuk umat muslim, agar terlihat kaum yang benar-benar kawan atau lawan.[36]
Surat Al-Ahzab ayat 13 ini menjelaskan, bahwa anggota organisasi memiliki sebuah pemikiran yang berbeda. Apabila ada dua orang manajer dalam organisasi sepakat untuk mengejar tujuan yang sama, tetapi ternyata salah satu manajer tersebut kurang sepakat, maka dua orang manajer itu berada dalam situasi konflik.[37] Konflik internal merupakan suatu perselisihan yang terjadi di dalam sebuah organisasi. Konflik internal yang terjadi dalam sebuah organisasi akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan dan berjalannya seluruh kegiatan dalam organisasi.[38] Seseorang yang menyimpan sebuah kebohongan pasti akan terungkap. Allah mengetahui segala perbuatan yang dilakukan oleh umat-Nya. Jika anggota organisasi memiliki perilaku yang buruk, maka organisasi tidak akan berjalan dengan baik sesuai tujuan yang telah ditetapkan. Jadi, organisasi pasti memiliki permasalahan masing-masing. Masalah menjadikan organisasi dapat mengevaluasi dan meningkatkat kualitas organisasinya.
Suatu riwayat menjelaskan, bahwa ketika umat muslim menggali parit ditemukan sebuah batu putih yang besar dan keras. Rasulullah mengatakan, bahwa umat muslim akan menakklukkan kerajaan Persia dan Romawi, tetapi kenyataannya umat muslim sedang dikepung oleh pasukan sekutu.[39] Kaum munafik berusaha mempengaruhi umat muslim untuk meninggalkan medan perang. Jika umat muslim yang dipengaruhi tersebut imannya lemah, maka ia akan meminta izin untuk kembali pulang. Kaum munafik mengatakan, bahwa rumah-rumahnya dalam keadaan bahaya. Allah mengetahui, bahwa kaum munafik itu berbohong dan rumah-rumahnya dalam kondisi aman.
Ayat ini menjelaskan, bahwa ketika organisasi terjadi ketidaksesuaian dalam pencapaian tujuan, maka organisasi seharusnya segera menyelesaikan, agar tidak menimbulkan konflik. Konflik dapat menimbulkan beban psikologikal kepada karyawan. Konflik menyebabkan timbulnya kesulitan untuk mencapai hubungan yang saling membantu dan saling percaya.[40] Jika seseorang menyimpan dendam, maka ia akan memiliki pemikiran untuk menjatuhkan orang lain. Anggota organisasi yang memiliki perasaan buruk akan berusaha mempengaruhi anggota lain untuk ikut memusuhi pemimpinnya. Seseorang tersebut menjalankan tugasnya dengan perasaan yang tidak tulus. Anggota organisasi itu berpura-pura untuk menyukai pemimpinnya, tetapi ia tidak benar-benar menyukai pemimpinnya. Seseorang tersebut merupakan salah satu anggota organisasi yang munafik. Perbuatan munafik akan menimbulkan perpecahan antara anggota dengan pemimpin organisasi. Konflik merupakan sesuatu yang sering terjadi sesama karyawan dalam organisasi. Konflik dapat terjadi karena permasalahan sepele. Jadi, Anggota organisasi yang sering menimbulkan masalah seharusnya segera dilakukan penyelesaian, agar organisasi tersebut berjalan dengan baik. Oleh karena itu, penting untuk seorang pemimpin dalam organisasi mempelajari tentang manajemen konflik.
Allah memberikan cobaan kepada orang-orang munafik. Allah melemahkan hati dan keyakin orang-orang munafik, sehingga ia tidak sanggup mengatasi kesukaran-kesukaran yang dihadapi. Kaum munafik merasakan ketakukan yang menyebabkan pendiriannya goyah. Ketakutan tersebut muncul, karena ia tidak sedikit pun memiliki keimanan dalam hatinya. Jika kaum munafik berfikir dengan benar, maka ia akan selamat dalam peperangan.[41]
Artinya, seseorang yang munafik pasti akan terbongkar dan mendapatkan balasannya. Organisasi pasti memiliki sebuah peraturan yang seharusnya ditaati oleh anggotanya. Anggota organisasi yang melanggar peraturan akan mendapatkan punishment sesuai dengan peraturan yang sudah ditetapkan. Konflik dapat terjadi, karena kurangnya komunikasi yang dilakukan oleh semama anggota atau anggota dengan pemimpin organisasi. Konflik yang sudah terjadi seharusnya di antisipasi dengan baik dengan sistem yang terstruktur. Konflik dipandang sebagai suatu perilaku yang buruk, tetapi konflik juga dapat memberikan manfaat bagi organisasi. Jika atasan dengan bawahan tidak menjaga komunikasi dengan baik, maka ia akan menyebabkan sesuatu yang tidak di inginkan, seperti mogok kerja dan demo. Jika komunikasi dapat berjalan dengan baik, maka organisasi akan berjalan dengan baik dan sesuai dengan tujuan yang telah disepakati bersama. Model penyelesaian konflik internal seharusnya dilakukan dengan tepat, sehingga dapat menghasilkan penyelesaian yang tuntas secara keseluruhan serta efektif dan efisien.
E.     Penutup
Organisasi merupakan tempat berkumpul dan saling berinteraksi satu sama lain, tetapi seiring dengan berjalannya waktu organisasi pasti pernah mengalami konflik. Konflik merupakan suatu permasalahan yang muncul secara bertahap dan tidak muncul seketika. Konflik adalah segala macam interaksi pertentangan antara dua pihak atau lebih. Konflik disebabkan oleh beberapa sumber konflik, yaitu adanya saling ketergantungan kerja, perbedaan dalam mencapai tujuan, perbedaan presepsi, dan meningkatnya permintaan akan spesialis. Organisasi seharusnya mengetahui cara untuk menangani konflik, sehingga hal itu dapat membawa dampak positif bagi organisasi. Anggota organisasi dapat menjadikan konflik yang terjadi dalam organisasi sebagai sebuah pembelajaran. Konflik dilatarbelakangi oleh perbedaan ciri-ciri yang dibawa oleh setiap individu. Konflik dapat terjadi, karena dipicu oleh perbedaan fisik, kepandaian, pengetahuan, keyakinan dan adat istiadat.
Konflik dalam suatu organisasi tidak dapat dihindarkan tetapi dapat diminimalisirkan. Konflik dalam organisasi dapat terjadi antara anggota dengan anggota, anggota dengan pimpinan, dan pimpinan dengan pimpinan. Konflik merupakan suatu hal yang tidak selamanya merugikan organisasi. Konflik yang ditata dan dikendalikan dengan baik dapat berujung pada keuntungan organisasi. Strategi penyelesaian konflik ada delapan. Pertama, pemecahan masalah. Kedua, tujuan perluas sumber daya. Ketiga, penghindaran. Keempat, melunakkan. Kelima, kompromi. Keenam, otoritas. Ketujuh, perubahan. Kedelapan, mengenal musuh bersama. Perundingan juga merupakan strategi penyelesaian konflik. Oleh karena itu, pemimpin organisasi seharusnya mampu mengelola konflik yang terdapat dalam organisasi secara baik. Penyelesaian konflik dilakukan dengan cara menumbuhkan perilaku baik dalam diri masing-masing. Perilaku yang harus ditumbuhkan tersebut, yaitu rasa saling menghormati, menghargai dan rasa toleransi. Sikap yang baik itu dapat menghindarkan seseorang dari permasalahan konflik.
Daftar Pustaka
Fath, "Sejarah Pergantian Nama Kota Yatsrib Menjadi Madinah", http://www.arrahmah.com/sejarah-pergantian-nama-kota-yatsrib-menjadi-madinah/, 22 Februari 2018
Fulasifah, Nur Anis dan Ari Pradhanawati, "Analisis Konflik Internal dan Model Penyelesaian Konflik Internal Antar Anggota dan Pengurus Serikat Pekerja pada PT. Fumira Semarang", Diponegoro Journal Of Social and Politic., hal 1-6
Hakim, Saifuddin. M. "Mengenal Dua Jenis Nifaq dan Perbuatan Orang Munafik", https://muslim.or.id/42117-mengenal-dua-jenis-nifaq-dan-perbuatan-orang-munafiq-bag-1.html, 4 September 2018
Hamka. Tafsir Al-Azhar Juzu' 21. Jakarta: Pustaka Panjimas. 1982
Katsier, Ibnu Katsier. Terjemah Singkat Tafsir Ibnu Katsier. Surabaya: PT Bina Ilmu. 1990
Kemenag. Al-Qur'an dan Tafsirnya. Jakarta: Widya Cahaya. 2011
Kemenag. Tafsir Ringkas. Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an. 2016
Liliweri, Alo. Prasangka dan Konflik. Yogyakarta: LKiS Yogyakarta. 2005
Mahalli, Jalaluddin. Al. Tafsir Jalalain. Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an. 2016
Quthb, Sayyid. Tafsir Fi zhilalil Qur'an. Jakarta: Gema Insani. 2004
Shihab, Quraish. M. Tafsir Al-Mishbah. Jakarta: Lentera Hati. 2002
Wibowo. Perilaku Dalam Organisasi. Depok: PT RajaGrafindo Persada. 2017)
Winardi, J. Manajemen Perilaku Organisasi. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. 2004
Winardi, J. Manajemen Perilaku Organisasi. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. 2004
Zelth, Dedet. "Proses Terjadinya Konflik Dalam Organisasi", https://dedetzelth.blogspot.com/2014/01/proses-terjadinya-konflik-dalam.html?m=1, 23 Januari 2014





[1] Alo Liliweri, Prasangka dan Konflik (Yogyakarta: LKiS Yogyakarta, 2005), hal 249
[2] Ibid. hal 268
[3] Wibowo, Perilaku Dalam Organisasi (Depok: PT RajaGrafindo Persada, 2017), hal 283
[4] Ibid. hal 284
[5] J Winardi, Manajemen Perilaku Organisasi (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2004), hal 388-389
[6] Wibowo, Perilaku Dalam Organisasi (Depok: PT RajaGrafindo Persada, 2017), hal 284
[7] Ibid. hal 285
[8] Ibid. hal 287
[9] Dedet Zelth, "Proses Terjadinya Konflik Dalam Organisasi", https://dedetzelth.blogspot.com/2014/01/proses-terjadinya-konflik-dalam.html?m=1, 23 Januari 2014
[10] Wibowo, Perilaku Dalam Organisasi (Depok: PT RajaGrafindo Persada, 2017), hal 288
[11] Ibid. hal 289
[12] J Winardi, Manajemen Perilaku Organisasi (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2004), hal 411
[13] Wibowo, Perilaku Dalam Organisasi (Depok: PT RajaGrafindo Persada, 2017), hal 290
[14] Ibid. hal 294
[15] Ibnu Katsier, Terjemah Singkat Tafsir Ibnu Katsier (Surabaya: PT Bina Ilmu, 1990), hal 293
[16] Hamka, Tafsir Al-Azhar Juzu' 21 (Jakarta: Pustaka Panjimas, 1982), hal 212
[17] M Saifudin Hakim, "Mengenal Dua Jenis Nifaq dan Perbuatan Orang Munafik", https://muslim.or.id/42117-mengenal-dua-jenis-nifaq-dan-perbuatan-orang-munafiq-bag-1.html, 4 September 2018
[18] Jalaluddin Al-Mahalli, Tafsir Jalalain (Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an, 2016), hal 503
[19] Kemenag, Al-Qur'an dan Tafsirnya (Jakarta: Widya Cahaya, 2011), hal 623
[20] Fath, "Sejarah Pergantian Nama Kota Yatsrib Menjadi Madinah", http://www.arrahmah.com/sejarah-pergantian-nama-kota-yatsrib-menjadi-madinah/, 22 Februari 2018
[21] Hamka, Tafsir Al-Azhar Juzu' 21 (Jakarta: Pustaka Panjimas, 1982), hal 213
[22] Jalaluddin Al-Mahalli, Tafsir Jalalain (Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an, 2016), hal 503
[23] M. Quraish Shihab, Tafsir Al-Mishbah (Jakarta: Lentera Hati, 2002), hal 231
[24] Jalaluddin Al-Mahalli, Tafsir Jalalain (Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an, 2016), hal 503
[25] Hamka, Tafsir Al-Azhar Juzu' 21 (Jakarta: Pustaka Panjimas, 1982), hal 213
[26] Sayyid Quthb, Tafsir Fi zhilalil Qur'an (Jakarta: Gema Insani, 2004), hal 236
[27] Jalaluddin Al-Mahalli, Tafsir Jalalain (Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an, 2016), hal 503
[28] Hamka, Tafsir Al-Azhar Juzu' 21 (Jakarta: Pustaka Panjimas, 1982), hal 213
[29] Jalaluddin Al-Mahalli, Tafsir Jalalain (Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an, 2016), hal 503
[30] Sayyid Quthb, Tafsir Fi zhilalil Qur'an (Jakarta: Gema Insani, 2004), hal 236
[31] Jalaluddin Al-Mahalli, Tafsir Jalalain (Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an, 2016), hal 503
[32] Ibid. hal 503
[33] Kemenag, Tafsir Ringkas (Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur'an, 2016), hal 368
[34] Kemenag, Al-Qur'an dan Tafsirnya (Jakarta: Widya Cahaya, 2011), hal 627
[35] Ibid. hal 630
[36] Kemenag, Al-Qur'an dan Tafsirnya (Jakarta: Widya Cahaya, 2011), hal 631
[37] J Winardi, Manajemen Perilaku Organisasi (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2004), hal 385
[38] Nur Anis Fulasifah dan Ari Pradhanawati, "Analisis Konflik Internal dan Model Penyelesaian Konflik Internal Antar Anggota dan Pengurus Serikat Pekerja pada PT. Fumira Semarang", Diponegoro Journal Of Social and Politic., hal 1-6
[39] Kemenag, Al-Qur'an dan Tafsirnya (Jakarta: Widya Cahaya, 2011), hal 627
[40] J Winardi, Manajemen Perilaku Organisasi (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2004), hal 390
[41] Kemenag, Al-Qur'an dan Tafsirnya (Jakarta: Widya Cahaya, 2011), hal 632


No comments:

Post a Comment

ESSAY :  Andaikan saya mendapatkan amanah untuk mengelolah aset. Oleh: Abdul Deva Muhammad Eka Putra Andaikan saya mendapatkan a...